Penutupan PKN Tingkat II Angkatan II Tahun 2026
Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan
Tim Publikasi Informasi Publik
"Penutupan PKN II Angkatan II Tahun 2026 Gubernur Provinsi Jawa Timur Ibu. Dr. (HCUA) Hj. Khofifah Indar Parawansa dan Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN LAN RI Ibu Dr. Tr. Erna Irawati, S.Sos, M.Pol.Adm. di d..."
Penutupan PKN II Angkatan II Tahun 2026
Gubernur Provinsi Jawa Timur Ibu. Dr. (HCUA) Hj. Khofifah Indar Parawansa dan Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN LAN RI Ibu Dr. Tr. Erna Irawati, S.Sos, M.Pol.Adm. di dampingi Kepala BPSDM Jatim Dr. Ramliyanto, SP, MP serta turut hadir pendamping dari instansi peserta pada penutupan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan II Tahun 2026 bertempat di BPSDM Jatim pada kamis (2/7) pagi.
Setelah mengikuti pembelajaran selama 107 hari dengan metode blended learning terdapat 5 peserta terbaik, salah satu peserta dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro :
1. SAIFUL BAHRI SIREGAR,S.H.,M.H Kejaksaan Tinggi Bengkulu
2. Dr. DIAH YULIASTUTI, S.H., M.H., CSSL. Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau
3. Drs. NUR SUJITO, MM, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro
4. TUNGGUL ADI WIBOWO, S.STP, MM. Pemerintah Kabupaten Blitar
5. ISAWAN NANAG RISDIYANTO, S.Hut, M.Si Pemerintah Kabupaten Jombang
Pada kesempatan ini Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN LAN RI menyampaikan bahwa karakteristik pemimpin birokrasi masa depan harus dibangun melalui keseimbangan antara kompetensi, karakter, dan komitmen dalam melayani masyarakat. Seorang pemimpin dituntut memiliki pola pikir strategis, mampu mengelola perubahan, mengembangkan kolaborasi lintas sektor, serta menciptakan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kinerja organisasi. pungkasnya.
Senada dengan Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN LAN RI, Gubernur Provinsi Jawa Timur berharap kepada para alumni peserta PKN bahwa karakter kepemimpinan yang berintegritas, berorientasi pada pelayanan, mampu bekerja sama, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat merupakan modal utama dalam mewujudkan birokrasi yang efektif, akuntabel, dan berdampak.